KESAN DAN PENGHARGAAN UNTUK GUS DUR

Abdurrahman Wahid telah berangkat menghadap penciptanya unuk waktu tak terbatas. Anak bangsa ini tanpa kecuali telah kehilangan pahlawan humanis yang tidak mudah mencari gantinya.
- Prof. Dr. Syafii Maarif, Mantan Ketua Umum Muhammadiyah -

Gus Dur adalah idola saya; seorang bapak pluralis yang selalu melindungi minoritas dari dominasi mayoritas, berani membuat istana sebagai rumah rakyat dan bukan hanya markas para penggerak politik. Selamat jalan Gus Dur.
- Brig. Jend. Pol (Purn.) Surya Dharma, Mantan Kepala Densus 88 -

Gus Dur adalah tokoh yang dzu wujuh, punya banyak wajah : wajah ulama yang moderat, wajah politikus yang piawai, wajah budayawan yang kosmopolit, dan wajah cendikiawan yang kritis.
-Yassein Thohari, Wakil ketua MPR RI dan Budayawan Muhammadiyah-

Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid) adalah sosok otodidak yang punya ingatan sangat kuat sampai digolongkan punya "ilmu laduni", yang oleh Muhammad Luthfi Ghozali (2007) digambarkan sebagai "ilham spontan yang memancar dari dalam hati, kemudian terpancarkan keluar dalam bentuk perilaku, baik ucapan maupun perbuatan keseharian melalui akal dan pikirannya". Sosok Gus Dur pun telah mewujud dalam berbagai perwujudan seperti negarawan, agamawan, cendekiawan dan budayawan, maka tidak berlebihan jika kewafatannya dirasakan sebagai "kehilangan" buat semua. Nama Gus Dur sudah mengumandang dan disebut-sebut sebagai guru bangsa. Selamat jalan Gus Dur, nama dan jasamu akan selalu dikenang oleh semua.
- Prof. Drs. H. Abdul Malik Fadjar, M.Sc., Mantan Menteri Pendidikan Nasional -

Sebagai sahabat, saya bukan hanya menyukai tapi mengagumi beliau lahir dan batin. Pada diri Gus Dur yang paling saya kagumi adalah keberaniannya dalam membela sesuatu kebenaran yang diyakininya. Dia bahkan lebih berani dari yang dibela dalam menghadapi segala konsekwensi yang bisa terjadi. Dia jujur bukan hanya dengan orang lain tapi terutama terhadap dirinya sendiri. Kejujuran, keberanian, serta keteguhan dalam mempertahankan prinsip itulah yang menyebabkan Gus Dur dicintai oleh teman temannya dan sekaligus disegani oleh lawannya. Sungguh sulit menemukan tokoh seperti beliau di Indonesia tercinta dalam 100 tahun mendatang.
-Sudhamek, ketua umun MBI-

Ketulusan adalah kekuatan Gus Dur. Tulus menghargai perbedaan menumbuhkan keberanian pada Gus Dur untuk menerima, membela, dan menjalin kebersamaan dalam perbedaan.
- Sri Pannyavaro, Sangha Thervada, Indonesia.-

Gus Dur meninggalkan tiga gagasan besar yang memberikan potret bagaimana seharusnya gugusan nilai-nilai kemanusiaan berputar mengitari pusat orbit islam: pertama kita belajar tentang keseimbangan antara ritualitas dan spiritualitas. Di satu sisi beliau adalah sosok kiyai yang sangat dihormati oleh umat NU secara sakral, namun pada saat lain beliau menanggalkan segala atribut sakralitas dan hadir di tengah masyarakat tanpa peci, tanpa sorban, tanpa jubah kebesaran; bahkan tidak jarang cukup dengan kaos oblong, sarung dan sandal jepit. Inilah sakralisme yang berbalut desakralisme . Berusaha putih di dalam namun bias penuh warna diluar. Kedua bahwa kekuatan suatu pesan moral atau politik bukan semata mata diukur dari tingginya bobot kualitas dan kompleksitas materi pesan tapi kemampuan mensimplikasi kerumitan masalah dengan kata kata yang " renyah" tapi ber"impact" besar bahkan bisa jadi brand yang khas dari beliau. Rasanya belum ada satupun diantara kita yang tidak tahu kata-kata " Gitu aja kok repot!" istilah saya yang menandingi Cuma 1 orang yaitu almarhumah mbah Surip dengan jargon " tak gendong!" last but not least kita juga belajar bahwa ketegangan suatu peristiwa bisa selesai dengan joke atau humor yang segar bahkan beliau sendiri cukup sering saya dengar dari kalangan seniman atau politisi dijadikan sasaran tembak humor. Ya itulah Gus Dur dengan segala kesederhanaan tanpa menanggalkan prinsip yang beliau yakini. Selamat jalan Gus Dur semoga goresan ide besarmu jadi garis sejarah perjalanan bangsa. Salam bahagia.
- Ustadz Reza Syarief, pembicara, seniman, konsultan -

Suharto dipuja semasa jadi presiden , tetapi dihujat ketika wafat. Gus Dur dihujat saat menjadi presiden, tetapi dipuja saat wafat. Wallahualam bi sawab.
- Prof. Dr. Sarlito W. Sarwono, Guru Besar Fakultas Psikologi UI-

Kesan saya mengenal Gus Dur secara lebih dekat ketika bertugas sebagai Kapolres Pasuruan Jawa Timur th 2006-2007, dalam periode tersebut sekitar tiga kali menerima kunjungan Gus Dur di wilayah Kabupaten Pasuruan dan berkesempatan mendampingi beliau untuk bertemu dengan umatnya, pada saat itu saya menyaksikan langsung bahwa tidak dapat di pungkiri bahwa beliau merupakan ulama besar yang sangatkharismatik dan sekaligus humanis, humoris dan demokratis, ribuan umat berduyun duyun rela berjalan kaki hanya ingin mendengar Tauziah dari beliau; amatlah wajar jika jutaan umat meratapi kepergiannya yang tak terasa begitu cepat. Keberadaanbeliau sebagai warga Negara, benar benar telah memberikan manfaat yang besar dalam pembangunan demokratisasi dan pluralisme di NKRI… amatlah wajar jika kemudian Negara menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional, semoga arwah beliau dapat dengan tenang berada disisi Allah SWT… dan kita semua mendapat kesempatan melanjutkan perjuangan beliau dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan di muka bumi ini …Insya Allah. Wass.
- Kombes Pol Drs.H.Boy Rafli Amar, Kabid Humas Polda Metro Jaya -

Saya setuju Gus Dur sebagai Bapak Pluralisme. Saya kenal Gus Dur sejak tahun 70-an. Pluralisme Gus Dur adalah pluralisme sosial dan politik bukan teologis. Pluralisme Gus Dur ittiba' yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW ketika pertama membangun masyarakat Madinah yaitu menghimpun semua yang berbeda untuk hidup berdampingan secara damai. Tapi melawan pihak dari luar yang ingin mengganggu mereka secara bersama-sama. Pluralisme Gus Dur seperti halnya pluralisme Nabi SAW menjunjung hak-hak minoritas sebagaimana kaum Yahudi dilindungi di zaman Nabi. Oleh karena itu diplomasi Gus Dur dan cara pendekatannya menjadi benteng yang kuat bagi umat dan bangsa Indonesia.Semoga arwah almarhum diterima di sisi Allah 'Azza wa Jalla.
Salam,
-Amidhan -

Tidak banyak lahir dari rahim bangsa ini sosok negarawan yang melampaui "normalitas" zamannya, dan Gus Dur adalah sedikit orang yang berhasil menapaki jalan "ketidaknormalan" sebagai pilihan hidup dan perjuangannya yang mengagumkan .
- Fajar Riza Ul Haq, Direktur Eksekutif Maarif Instiute -

Dimana ada ketidakadilan, disitulah Gus Dur muncul sebagai pendekar kebenaran, yang tak kenal takut, meski harus berjuang sendirian. Dimana ada diskriminasi , Gus Dur pasti hadir mengulurkan tangan, tanpa ragu dan tanpa pandang bulu. Gus Dur adalah sosok yang hatinya seratus persen merah putih dan sekaligus amat sangat mencintai kemanusiaan .SELAMAT JALAN GUS SAMPAIKAN PERMOHONAN KAMI PADA SANG KHALIK

Gus, hari ini Sampeyan pulang,
Bukan ke ciganjur
Atau ke kantor PBNU,
Bukan menemui Bu Nur,
Ke empat putrimu yang tercinta
Ataupun cucu mu nan lucu
Engkau pulang menghadap Sang Maha pencipta,
Menuju keabadian,
Dan rumah asalmu,
Rumah asal kita bersama,

Gus,
Setiap orang pasti kembali,
Cepat atau lambat,
Kini atau nanti,
Menghadap sang Illahi,
Tak terkecuali sampeyan,
Ataupun siapa pun juga
Yang kakinya masih menginjak bumi,
Dan menghirup nafas kehidupan.
Namun kami yakin Gus,
Orang baik sepertimu,
Yang tangannya selalu terbuka,
Membimbing yang lemah,
Menolong yang papa,
Berani mengatakan TIDAK pada ketidakadilan,
Tanpa takut,
Tanpa tedeng aling-aling,
Tanpa kenal kompromi,
Tidak akan pernah mati,
Setidaknya dihati kami semua…!
Selamat jalan Gus,
Selamat kembali kerumah Dia,
Sang penguasa jagad raya,
Sumber dari segala sumber…

Oya Gus, jangan lupa,
Tolong sampaikan permohonan kami pada Sang Khalik
Agar spirit dan semangatmu dibiarkan tetap terpelihara,
Dan hidup abadi,
Dihati anak bangsa yang haus panutan,
Dahaga keteladanan,
Dan miskin keberanian…..

Sekali lagi,
Selamat jalan Gus,
Selamat jalan Sang
Pendekar kebenaran.
-Budi . Tanuwibowo, ketua Umum Majelis tinggi Agama Khonghucu Indonesia-

Abdurrahman Wahid yang dikenal dengan Gus Dur merupakan seorang tokoh muslim moderat yang luar biasa. Gus Dur telah meninggalkan kita semua, namun beliau mewariskan begitu banyak pelajaran berharga kepada Bangsa Indonesia. Dengan segala keterbatasan, kesederhanaan, kejujuran, spontanitas dan rasa humornya yang luar biasa, tanpa terasa beliau telah mengajarkan banyak hal kepada Bangsa Indonesia.
Pola pikir, tindakan dan kebijakan Gus Dur kerap kali nyeleneh dan kontroversial. Namun dibalik itu ternyata beliau mengajarkan kita banyak hal, terutama makna demokrasi yang sesungguhnya. Tanpa kita sadari beliau mengajarkan anak bangsa untuk berani mengungkapkan pendapat dan menghargai pendapat orang lain.
Dalam bingkai kesederhanaan, beliau membangun Pesantren Tebu Ireng untuk mengajarkan anak bangsa akan makna Islam sesungguhnya. Melalui Nahdatul Ulama dan Partai Kebangkitan Bangsa, lagi-lagi beliau memberikan warna baru bagi Politik Islam di negeri ini. Beliau pun terobsesi menjadikan Indonesia sebagai poros Islam moderat di seluruh dunia. Sesungguhnya Gus Dur telah berupaya membuat anak bangsa memahami bahwa Islam tidak menolak perubahan zaman. Islam juga tidak memperkenankan cara-cara kekerasan, radikalisme, apalagi terorisme. Islam adalah agama perdamaian.
Gus Dur yang pada dasarnya lahir, besar dan berakar pada puritanisme, ternyata juga mengajarkan Bangsa Indonesia untuk memahami dan menghargai arti perbedaan. Beliau menghargai seluruh ras, suku, budaya dan agama yang ada di Indonesia. Beliau mengajarkan Bangsa Indonesia makna pluralisme dalam arti sesungguhnya. Gus Dur dengan caranya sendiri berupaya menjalin komunikasi yang baik dengan berbagai tokoh lintas agama. Dengan semangatnya, beliau mengangkat kembali agama, kepercayaan, dan kebudayaan komunitas minoritas Cina di Indonesia yang sebelumnya dipinggirkan, bahkan dihilangkan oleh rezim Orde Baru. Atas dasar rasa humanis yang luar biasa, beliau berupaya menggugah masyarakat Indonesia untuk tidak menyakiti, melukai dan menghakimi orang-orang yang terkait Ahmadiyah.
Celetukan usil beliau yang menganalogikan DPR sebagai Taman Kanak-Kanak pun secara sadar ataupun tidak pada akhirnya membuat lembaga-lembaga negara melakukan instropeksi. Mudah-mudahan setelah kepergian Gus Dur, seluruh elemen dan anak bangsa menjadi lebih mawas diri, bijak, dan bertanggung jawab terhadap bangsa ini. Kerap kali kita baru menyadari arti kehadiran seseorang, setelah ia tidak ada…..Gus Dur, caramu mengajarkan Bangsa Indonesia memang luar biasa…….Selamat jalan Gus Dur….
-Dhyah Madya Ruth SN, Ketua Lazuardi Biru-

Gus Dur tokoh pluralisme sejati, sikap yang harus dimiliki oleh muslim sejati.
-Abdul Munim Idries, Ahli Forensik-

Gus Dur pribadi memberi kesejukan kepada semua orang dia selalu konsisten dengan apa di jalaninya dan teguh prinsip, Gus Dur tokoh besar bagi bangsa ini karena memberi jiwa dan raga bagi kemajemukan bangsa ini . dia rela mati bagi cita besar bangsa untuk membela pluralitas dan kemanusiaan.
-Rm. Benny Susetyo Pr, Komisi Wali Gereja Indonesia-

KAMI UMAT HINDU SANGAT KEHILANGAN DENGAN BERPULANGNYA BAPAK GUS DUR,
KAMI YANG MINORITAS DIAJAK DAN DIRANGKUL BERSAMA-SAMA MEMBANGUN BANGSA INDONESIA
BELIAU TELAH MENGHILANGKAN SEKAT-SEKAT YANG DAPAT MENGHAMBAT KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, MEMPERJUANGKAN PLURALISME DAN MENGEDEPANKAN "BHINEKA TUNGGAL IKA" SERTA MENGUTAMAKAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DIDALAM MEWUJUDKAN PERSATUAN DAN KESATUAN SUKU BANGSA, AGAMA DAN RAS DALAM KERANGKA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA"
- Drs, Nyoman Sangging, SH, MM, Parisada Hindu Darma Indonesia Pusat-

Gus Dur, tokoh nasional yang sangat demokratis… Sikap toleransi terhadap agama tinggi… selalu membela kelompok minoritas dan membela kelompok yang tertindas…bangsa ini seharusnya bangga memiliki tokoh sehebat GusDur -AKBP Martinus Hukom, Densus 88 Polri.-
Beliau (Gus Dur) seorang ulama yang umara, sosok pemimpin, guru dan kiyai. Pemikiran beliau selalu membuka mata dan fikiran kita yang sempit. Wallahu'alam .
-Nasir Abbas, Mantan Pimpinan Jamaah Islamiyah-

Gus Dur adalah bukti bahwa dari bumi Indonesia telah lahir manusia yang mampu menguasai hampir semua bidang kehidupan secara utuh dan mendalam, mampu keluar dari "habitatnya". Hanya sedikit negara atau bangsa yang mampu melahirkan anak bangsanya yang jenius sekaliber Bung Karno dan Gus Dur. Merupakan kebanggaan, Indonesia telah mampu "menyumbangkan" putera terbaiknya untuk memperkaya khazanah dunia.
-Soerjadi, Mantan Ketua Umum PDI-

Apa yang hebat dari tokoh Gus Dur adalah keberaniannya dan karakternya dalam bersikap. Keputusan-keputusannya kadang membutuhkan perenungan yang dalam untuk dimengerti. Meninggalnya Gus Dur pada akhir tahun memberikan pelajaran pada kita untuk merenung dan mengenali jiwa.
-Syahnagra, pelukis-

Gus Dur mempraktekkan demokrasi dari rumah. Ini sumbangan yang sangat berharga. Jadi demokrasi bukan hanya sector public tetapi harus dipraktekan kedalam kehidupan keluarga bahkan harus dimulai dari relasi yang paling pribadi
- Farha Ciciek, Aktivis-

Gus! Hidupmu singkat, tetapi jasamu abadi. Engkaulah satu satunya Presiden Indonesia yang menerima kehadiranku ketika menjabat presiden. Kau teap hidup di dadaku. Dan di dada orang yang sama sama mencintaimu. Selamat jalan Gus-ku. Selamat jalan pemimpin-ku. Tuhan maha tahu, untuk menempatkan-mu di tempat yang jauh lebih pantas dari pada yang ku bayangkan.
- Sarjono bin Kartosuwirjo-

Gus Dur adalah salah satu nabi nusantara…jadi tidak perlu santri berebut untuk mendesak Negara mengakui darmanya. Ini melecehkan karakter Gus Dur seolah-olah masih sempit baju bangsawan baginya….
-Ray Sahetapy, Aktor -

Saya pernah berdialog secara pribadi dengan Gus Dur beberapa kali. Menurut saya Gus Dur adalah sosok ciptaan Allah yang dilahirkan di bumi untuk berbuat sesuatu demi perubahan dan setiap karya-karya philosophy-nya hampir tidak pernah mempertimbangkan demi dirinya sendiri melainkan demi kepentingan sesama bahkan akhir karir sebagai Presiden RI ke-4 dia tunjukkan dengan pengorbanan yang 1 tingkat dibawah sejarah para Nabi. Gus Dur cenderung bekerja dengan logika dan sering dikesampingkan perasaan2 yg tidak perlu. Mari kita teruskan perjuangan beliau demi Demokrasi yang telah ditunjukkan kepada para menterinya di kabinet sbg Presiden sewaktu memberikan kesempatan kaum pemeluk budaya Imlek merayakannya.Selamat Jalan Bapak bangsaku.!!Salam,
-Ridwan Soeryadi, pengusaha-

Kesan saya sebagai orang awam tentang Gus Dur, " kita sanagat kehilangan satu figure nasionalis yang berani mengatakan hitam dan putih yang telah membuktikan lebih baik cacat jasmani namun berguna bagi bangsa dari pada cacat rohani !" maju terus bangsa Indonesi yang ter cinta, semoga semakin banyak orang orang yang punya mental dan spirit seperti Gus Dur.
- Ruben Saragih, Marketing Manager GPU -

Gus Dur adalah sosok manusia post modern yang mengerti dengan baik bagaimana memaknai pluralisme serentak membagi karakteristik yang dimliki dalam bingkai humanisme yang sejati. Ia sanggup melakukan semua itu karena ia adalah penganut Muslim sejati dan tidak main-main.
- Sonbay Ermalindo, Suara Pembaruan, Jakarta-

Sebuah spontanitas yang tak terlupakan saat itu saya dalam perjalanan demo masak ke surabaya, tidak terduga saya satu penerbangan dengan Gus Dur, saat mendarat secara spontan saya menyapa beliau, " Gus Dur bade tindak pundi " ternyata beliau menjawab " nggresik ", saya sangat terkesan ketika "beliau menjawab, " matur nuwun Gus Dur, selamat jalan"
-Sisca Soewitomo, praktisi boga-

GUS DUR (alm) adalah ikon pluralisme reformasi 1998 bersama dengan Romo Mangunwijaya (alm), Nurcholis Madjid (alm), Frans Seda (alm) dan Romo Magnis Suseno. Pluralisme adalah hakekat Pancasila yang menjadi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pluralisme GUS DUR tidak menghapus identitas dan kelompok lain dan tampak nyata dalam pikiran, ideologi, perkataan, perbuatan dan perjuangan. GUS DUR melampaui awareness kebanyakan orang yang menyelamatkan budaya minoritas sebagai salah satu kekayaan negeri katulistiwa tercinta. Saat hidup, beliau adalah mahaguru demokrasi bagi bangsa yang baru belajar demokrasi. Bahkan anak-anak TK yang baru belajar seringkali tidak mengerti apa yang diajarkan Maha Guru kocak ini. GUS DUR pun banyak mengalami penolakan, bukan karena ia membawa kebenaran melainkan karena ia membawa perubahan. Selamat jalan pahlawan reformasi, Bapak Pluralisme Indonesia! "
-Michell Suharli - edupreneur Indonesia, penulis buku best seller "HABIT delapan
kebiasaan yang mengubah nasib Anda

Gus Dur, dia tidak pernah berhenti untuk berfikir maju dan positif. Segudang penghargaan diraih tapi tidak menjadi tinggi hati dan tetap hidup merakyat sangat sederhana tidak banyak neko neko.
- Jenni,General manager-

" Gus Dur meninggalkan jejak rekam pluralis yang humanis dan humoris bagi bangsa ini.terutama untuk generasi x diIndonesia ( kalau mereka eksis). Bagi saya, beliau panutan spiritual pasca 1998. Selamat jalan Gus Dur, disisiNya kita bersaksi.
- Nazrina Zuryani, Dosen UNDHIKSA, Bali-.

Gus Dur telah menyadarkan kita semua, bahwa kita tak lagi hidup di jaman purba. Opini mestilah dilawan dengan opini, tulisan dengan tulisan. Hukum rimba yang mengandalkan otot ( massa, kekerasan, senjata, otoriterianisme).sudah tidak berlaku lagi di jaman beradab ini. Selamat jalan Gus, biarlah semangatmu tetap hidup dihati kami, untuk selamanya.
- Richardus Sandy Bachtiar, penulis buku lentera informatika-

Sebagai pemimpin bangsa Gus Dur sulit tertandingi. Gaya kepemimpinannya yang sangat merakyat, tidak terlalu terikat pada tata cara protokoler mungkin tidak ada duanya.Wawasannya yg luas melampaui sekat-sekat dan pengkotak-kotakan dalam masyarakat, berani melawan arus dengan mengakui bahwa ia keturunan Cina tidak banyak berani dilakukan para pejabat yang secara langsung membongkar stigma sebagai 'Cina' pada masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia.Satu diantara sedikit cendekiawan muslim yang benar-benar cendekia tanpa perlu menuntut pengakuan oleh kelompok atau golongan tertentu dan sangat akrab secara pribadi dengan para pemimpin spiritual lain ditanah air maupun dunia.Cara berpikirnya yang tidak selalu horizontal seringkali membuat lawan bicaranya 'kerepotan' dengan jawaban yang menjadi popular: "Gitu aja kok repot...!"Sebagai bangsa Indonesia kita sangat kehilangan seorang pemimpin berjiwa besar.Selamat jalan Gus Dur, perjuanganmu akan dilanjutkan penerusmu. BSD City, 31 Desember 2009
-Kayus Mulia, Dipl.Ing.Photographer-

Gus Dur adalah sosok Ayah yang demokratis dan sederhana, beliau juga sosok yg religius dan cinta damai. Beliau Bapak perdamaian untuk umat yang berbeda-beda keyakinan baik di Indonesia maupun di negara2 lain di dunia. Kejujuran dan spontanitas beliau tak jarang membuat kita kagum hingga tertawa terbahak-bahak. Beliau adalah bapak bangsa yang luar biasa, guru sepanjang masa n so pasti kyai yang jenius" selamat jalan bapak...kasihmu mempermudah jalanmu menuju peristirahatan terakhirmu...
-Siti Roaida (Guru TK Al-Iman Jakarta)-

Bagi Gus Dur, terkesan bahwa agama adalah untuk umat, bukan sebaliknya.
-Bambang Bujono,Wartawan-

Assalmualaikum wr wb,
Kami keluarga besar KH. Slamet Nursyam (alm) mengucapkan bela sungkawa yg sebesar2nya atas wafatnya bapak pluralis bangsa, dimana beliau telah menjadi panutan alm bapak kami selama hidupnya, bapak kami adalah seorang pejuang NU yg sangat patuh pada kyai nya, sama seperti GD, alm bapak meninggal pada 10 Suro, 2 th yll, sepulang dari ibadah Haji, meninggalkan kami 6 org anak -putri semua. Kami terharu dan tak bisa membayangkan pertemuan guru dan santrinya di alam sana, kami yakin bapak akan berada di barisan terdepan menyambut Gus Dur.
Selamat Jalan Gus Dur, temuilah bapak kami yang selama hidupnya mengabdikan diri untuk masyarakat ditengah segala keterbatasannya, temuilah Gus, agar semua yg telah dilakukan beliau terbayarkan, karena kami tahu tak ada bayaran yg pantas untuk beliau selain mencium tangan Gus Dur, sang kyai,..
Tanggal 1 Januari kmrn kami pulang kampung untuk mengadakan khaul ke-2 bapak kami, sekaligus tahlil untuk Gus Dur, kami mendapati 9 bendera setengah tiang yg dipasang oleh santri2 beliau di depan musholla di rumah kami, sebagai tanda berduka yg sangat dalam, sayang bendera2 tsb lepek karena hujan.
Terima kasih, kepada Sdr. Demian yg telah menbuat alamat ini, sehingga kami bisa mengungkapkan rasa duka kami.
Wassalamualaikum wr wb
Putri2 (alm) KH. Slamet Nursyam
Juwana, Pati, Jawa Tengah

Saya tidak pernah lupa ketika saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kelas islamologi di wahid institute jakarta di awal tahun 2008. pada pembukaan kelas tersebut Gus Dur hadir dan saya diberi kesempatan pertama untuk bertanya. saya bertanya mengenai tesis samuel huntington mengenai clash of civilization dan seberapa besar kemungkinannya itu bisa terjadi di indonesia. Gus Dur menjawab dengan sederhana bahwa kalau saya dan anak-anak muda yang hadir disitu, yang adalah agen perdamaian dan agen perubahan untuk indonesia di masa depan berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian minimal di komunitas dimana kami berada maka tesis itu tidak akan berlaku di indonesia. Gus Dur juga bilang kepada saya, bahwa dia pernah berdebat dengan samuel huntington di jepang ketika mereka bertemu dan sambil tertawa Gus Dur bilang bahwa samuel huntington kaget dengan pendapat Gus Dur yang menyanggah tesis tersebut.
saya tidak pernah lupa ketika saya, setelah kelas islamologi tersebut, bisa datang ke pesantrend (bukan pesantren) di jogja dan tinggal bersama para murid di sana, belajar memahami bagaimana seharusnya hidup rukun antar umat beragama dan bisa menerima segala perbedaan dengan gaya anak muda banget. kebetulan dalam studi saya, saya menyoroti mengenai terorisme.
terima kasih Gus Dur melalui wahid institute mu saya dan teman-teman bisa belajar menghormati, menghargai, dan menerima perbedaan dengan gaya anak muda banget.
salam hormat,
- Boaz Simanjuntak, penyiar radio 96.30m rpk fm jakarta , penstudi hubungan internasional-

Sebagai pemuda saya melihat Gus Dur sebagai tokoh nyata pluralisme dan kebhinakaan . Guru yang mengajarkan Indonesia tanpa feodalisme atau primodial. Selamat jalan Gus Dur.
- Ajie prasetyo, mahasiswa/reporter SCTV-

Gus Dur, adalah manusia biasa yang menjadi besar oleh sikap, sifat dan karakter serta kesederhanaan. Kehidupan beliau banyak menimbulkan pro dan kontra yang sangat berpengaruh dalam tatanankehidupan berbangsa dan bernegara, oleh karena itu beliau sangat cocok di beri gelar sebagai pahlawan, guru dan bapak bangsa. Slamat jalan Bapakku, Guruku, dan Pahlawabku doa kami menyertaimu. Semoga amal dan ibadahmu diterima disisi Allah SWT.
- Jose Rizal, Cross Mobile Phone, Jakarta-

Pendapat saya tentang Gus Dur: cara pandang bpk Pluralis bgs ini memang selalu mengundang pro dan kontra, namun kejujuran pemikiran , kesederhanaan hidup serta humor humor segarnya lah yang mencelikkan bangsa In donesia menu pencerahan yang lebih cepat , baik dan segar. Selamat jalan bapak pluralisme yang kami banggakan . damailah jalan dan tidur abadimu bersama sang Khalik.
- Hanna Simatupang-

" "Mengenang Gus Dur ibarat membaca buku sejarah, novel, dan humor tanpa halam akhir…"
- Rohim Ghazali, Aktifis-

Saya mengenal keluarga besar Gus Dur, ibunya tinggal belakang rumah di Taman Amir Hamzahsekarang jadi wahid Hasyim Center, sekitar th 78 pernah saya dijemput keponakannya Ipang dirumah say, dia bilang om nya ikut., saya tidak tahu kalau omnya yang ikut jemput saya adalah Gus Dur, ketika di mobil dengan gayanya dia membalas salam saya, kenangan yang sangat berkesan duduk sebelah Gus Dur, dari semua presiden di Indonesia, menurut saya hanya Gus Dur yang mau bertemu rakyatnya setiap jum'atan dan pengawalannya pun tidak sebanyak presiden Indonesia lainnya.
- Sonni Gondo, Pengacara -

Jaman Gus Dur keangkeran istana luntur di era Gus Dur saya bisa liputan di istana hanya dengan mengenakan sandal jepit, kaos oblong & celana jeans. Karena Gus Dur mina buru buru diliput sementara saya tidak siap dengan pakaian formal hehehe… sungguh indah.
- Laode Yohanes, wartawan Metro TV-

Saya selalu tersenyum melihat Gus Dur…bangga dan kagum, karena beliau merupakan panutan saya untuk lebih berkarya untuk Indonesia dan menghargai perbedaan sebagai suatu yang indah .
- Ajeng kamaratih, Jurnalis RCTI-

http://ardabillynoval.blogspot.com/
Comments
0 Comments

0 comments :

 
Back to top