7 Cara Menjadi Orang Yang Dipercaya

Selain penyakit dan bencana alam, barangkali sembilan puluh persen masalah di dunia ini disebabkan dan dimulai dari kegagalan manusia mentaati perjanjiannya.

Cobalah renungkan.

Pelajar yang mengingkari janjinya thd pelajaran, suami-isteri yg tdk patuh pada perjanjian pernikahan, pebisnis yg melanggar kontrak dan etika bisnis sampai pada politisi yg tdk menepati janji yg pernah dipekikkan, baik kasusnya kecil atau besar, semuanya memberi andil pada masalah di dunia.
Peperangan meletus, perusahaan runtuh, perkawinan bubar, penyebab terbesar bersumber dari janji yg diingkari.

Kita membuat perjanjian setiap. Kepada isteri/suami kita berjanji akan menelepon apabila tiba di tujuan; kepada anak-anak kita berjanji akan membawa mereka berlibur bila berhasil dalam pelajaran; kepada teman2 kita berjanji untuk selalu menepati janji; kepada bank kita berjanji untuk membayar pinjaman; bahkan kepada diri sendiri kita berjanji kepada Tuhan akan menaati perintah dan laranganNYA.

Kadang kala kita membubuhkan tanda tangan sebagai tanda kesungguhan kita pada perjanjian, kadan kala hanya sekadar menngucapkannya dengan kata2 dan atau disimpan di hati.

Berapa banyak yg kita janjikan dan berapa banyak pula yg sudah kita ingkari, pada akhirnya akan menghasilkan berapa banyak masalah yg bakal kita hadapi. Bermula dari perjanjiannlah maka tumbuh kepercayaan, reputasi dan kepercayaan yg kita bangun dengan susah payah selama bertahun-tahun akan ambruk hanya dengan satu perjanjian yg kita ingkari.

Ingat, kehidupan Anda dan semua orang yg hidup di sekeliling Anda akan lebih baik sepanjang Anda menjaga kualitas dari janji yg Anda buat dan sekokoh apa Anda memengangnya.

Siapa Anda, bagaimana citra dan reputasi Anda, penghormatan orang thd Anda, dapat ditentukan melalui sikap Anda thd perjanjian yg telah Anda buat. Jadilah manusia yg dapat dipercaya dengan meletakkan diri Anda pada tujuh situasi sbb:

1. SERIUS DENGAN PERJANJIAN
Apabila Anda setuju untuk berbuat sesuatu, lakukan mengikuti apa yg telah Anda setujui untuk lakukan.

2. HATI-HATILAH DENGAN APA YG TELAH ANDA SETUJUI
Jangan mudah membuat janji atau mengatakan setuju jika Anda tidak yakin dapat menepatinya.

3. PANTAU APA YANG TELAH ANDA SETUJUI DAN JANJIKAN
Dalam seminggu kita mungkin membuat berpuluh-puluh janji. Pastikan kita mempunyai cara untuk memantau keadaan ini agar kita tidak lupa untuk menepatinya. Pepatah bilang, “kerbau dipenganga talinya, manusia dipengang janjinya” . Artinya jika manusia tidak patuh pada janji, barangkali kerbau akan lebih baik dari dirinya.

4. JELAS, TERANG DAN NYATA
Jika memang diperlukan setiap perjanjian dan kesepakatan ditulis dengan rinci di atas kertas. Ini akan memudahkan dipahami dan secara psikologi juga akan mengikat.

5. BERHATI-HATI DENGAN SIAPA ANDA BERURUSAN
Jika hidup ini diibaratkan perang, maka tahapan-tahapan dari interiaksi kita dengan manusia lain bisa ibaratkan pertempuran2 kecil. Di dalam masyaratat, terutama di kota besar, beragam manusia dari berbagai latar belakang dan kepentingan berkumpul. Oleh karena ini “waspada” adalah prinsip utama yg harus dipegang.

Ada 2 buah buku yg membahas dengan sangat bagus dan mendalam ttn baik buruknya sifat manusia, dan bagaimana menyiasatinya serta mengambil manfaat darinya, buku terbitan Grasindo (grup Kompas-Gramedia) thn 2004 judulnya: I DO NOT TEACH YOU TRICKY dan GOOD AND EVIL.
Saya tak tahu apakah ditoko buku Gramedia masih ada atau tidak, karena itu buku lama. tapi jika Anda menghubungi pihak Grasiondo mudah2an ada. (Untuk Info 2 buku tsb Anda juga dapat cari di google dengan mengetik judulnya)

6. JIKA TIDAK DAPAT MEMENUHI JANJI YANG TELAH ANDA BUAT, BICARAKANLAH
Apabila Anda merasa tidak dapat menepati janji yang telah disepakai bersama, janjan biarkan diri Anda terperangkap dalam cemohan orang lain. Nyatakanlah dan bicarakanlah untuk memperbaharui janji, sampaikan dengan jujur kendala-kendala Anda. Dengan demikian bukankah jauh lebih baik dari pada Anda menginkarinya kelak?

7. CARI TAHU DAN PAHAMILAH HAL-HAL YANG MUNGKIN TERSEMBUNYI
Sewaktu membuat perjanjian, lihatlah air muka orang yg diajak untuk berjanji, apakah dia gembira atau wajahnya memperhatikan kegembiraanya.

Mungkin saja dibalik kata-kata setujunya sebenarnya dia terpaksa, kalau demikian halnya kemungkinan besar perjanjian tidak ditaati. Maka, ketika membuat perjanjian, Anda harus benar-benar yakin bahwa pihak lawan juga sungguh2 berkepentingan dan diuntungkan dengan perjanjian tsb.

Dengan memberi perhatian yg sungguh2 thd semua kesepakatan dan perjanjian yg kita buat, mentaatinya dan menjadikannya sebagai suatu kebiasaan, kita akan menjadi manusia yg penuh integritas. Usahakanlah!

Salam

Jusra
http://umum.kompasiana.com

Comments
0 Comments

0 comments :

 
Back to top