Mengapa meteor bisa sampai ke bumi?




SEKITAR 1000 orang terluka akibat jatuhnya meteor di kawasan pegunungan Ural di Rusia sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Sebagian besar korban cedera ringan karena terkena serpihan pecahan kaca jendela, namun beberapa menderita luka di bagian kepala.

Ledakan keras dan serpihan meteor yang jatuh seperti hujan batu dari langit itu, membuat warga menduga telah terjadi kiamat.

Dalam catatan wikipedia meteor adalah penampakan jalur jatuhnya meteoroid ke atmosfir bumi. Lazimnya meteoroid ini disebut sebagai bintang jatuh. Penampakan atau sumber cahaya tersebut berasal dari panas yang dihasilkan oleh tekanan ram atau tekanan oleh benda yang bergerak dengan kecepatan supersonik di dalam medium fluida berupa gas atau cairan.

Meteor yang sangat terang, yang cahayanya lebih terang dari penampakan Planet Venus biasa disebut sebagai bolide. Yaitu meteor atau bola api yang meledak dan menampakkan sinar yang sangat terang.

Adakalanya meteoroid tidak habis terbakar saat dalam perjalanan di atmosfir. Sisa yang mencapai ke permukaan bumi disebut meteorit. Meteorit yang menabrak bumi atau objek lain bisa membentuk impact crater atau kawah seperti kawah meteor di Arizona yang dikenal dengan Barringten Crater yang ditemukan pada tahun 1920.

Peneliti Bidang Astronomi Lapan Prof. Dr. Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa pemanasan global yang terjadi di bumi turut mempengaruhi jatuhnya meteorit ke bumi. Ini terjadi karena meteor yang meluncur dari angkasa tidak hancur karena bergesekan dengan lapisan atmosfir.

Namun pengaruh itu katanya tidak signifikan mempengaruhi bentuk dan ukuran meteor yang sampai ke bumi. Salah satunya adalah tergantung pada ukuran distribusi meteor yang jatuh.

Setiap hari katanya bumi dihujani sebanyak 25 ribu ton meteor dengan berbagai macam ukuran. Karena itulah banyaknya meteor masuk ke bumi tergantung intensitas dan besar kecilnya meteor. Atmosfir berfungsi sebagai perisai bagi benda-benda asing yang menghantam bumi. Dengan adanya perisai atmosfir ini bumi akan selalu aman, termasuk dari hantaman meteor.

Namun, seperti yang terjadi di Rusia, mengapa meteor bisa sampai jatuh ke Bumi? Indikasinya bisa karena meteor yang jatuh terlalu besar, sehingga perisai atmosfir bumi tidak sanggup menahan laju energi dari meteor tersebut. Pola seperti ini memang cenderung merusak apalagi jika jatuh di pemukiman penduduk.

"Pengurangan ukuran karena pembakaran karena meleleh di atas langit tidak terlalu signifikan, kecuali mereka pecah duluan di atas, " ujarnya sebagaimana dilansir tribunnews.

Pada keadaan normal jatuhnya meteor atau sering disebut "Bintang Jatuh" bukanlah fenomena yang menakutkan. Justru sering dinanti-nantikan karena keindahan dari kilatan cahaya yang muncul di langit.


http://atjehpost.com
Kementerian Jokowi
Comments
0 Comments

0 comments :

 
Back to top